no comments

4 Hal Ini Wajib Ditaklukan Lorenzo Jika Ingin Sukses Di MotoGP 2017

Adhikarta.net – Tinggal menghitung hari untuk menyaksikan ajang balap MotoGP. Berbagai persiapan telah dilakukan semua pabrikan yang mengikuti balapan ini. Yang menarik perhatianku yakni pembalap baru dari Tim Ducati yaitu Jorge Lorenzo.

Nampaknya Lorenzo masih keteteran untuk mengendarai Ducati Desmosedici GP17. Ini bisa kita lihat dari berbagai tes pra musim yang sudah dilakukan di sepang Malaysia dan Philip Island Australia.

Dalam tes pra musim yang sudah dilakukan tersebut, Lorenzo hanya mampu meraih posisi terbaik ke delapan. Sebagai catatan, saat tes pra musim di Malaysia Lorenzo menorehkan catatan waktu terbaik 2 menit 0,484 detik dan di Australia 1 menit 29,342 detik.

Banyak pihak memprediksi, MotoGP musim 2017 merupakan tahun terberat bagi pembalap asal Spanyol tersebut. Ada beberapa hal yang mesti bisa ditaklukan Lorenzo jika ingin sukses di MotoGP. Apa sajakah itu?

Adaptasi Motor Tanpa Winglet

Seperti yang kita tahu bahwa musim ini penyelenggara MotoGP sudah melarang para pabrikan untuk menggunakan winglet pada motornya. Adanya larangan ini merupakan hal yang cukup sulit bagi Ducati. Sebab, Ducati merupakan pelopor penggunaan winglet yang mana winglet mampu menjaga roda depan tetap berada di aspal ketika motor berakselerasi di tikungan. Nah, maka dari itu Ducati telah menemukan teknologi yang fungsinya hampir sama dengan winglet. Dengan begitu Lorenzo dituntut harus bisa beradaptasi dengan cepat.

Sistem Thumb Brake Ducati

Sistem ini merupakan sistem pengereman yang berada di stang yang pengoprasiannya menggunakan jempol. Ini merupakan sesuatu hal yang baru bagi Lorenzo, dan akibatnya ketika uji coba di Malaysia bulan Januari kemarin Ia tercecer di posisi ke 20. Sistem thumb brake yang merupakan alternative winglet ini diyakini sebagai salah satu kunci sukses untuk bisa menaklukan Desmosedici GP17 pada rem belakang. Sebab, penggunaan rem belakang yang berada di kaki disebut sangat menyulitkan pembalap ketika menikung ke arah kanan. Maka dari itu Lorenzo harus bisa cepat beradaptasi dengan hal ini.

Baca juga: Fungsi 5 Tombol Ducati Desmosedici GP17

Ban Michelin

Melihat musim lalu ketika Lorenzo masih bersama Yamaha Movistar, Lorenzo kerap kali mengeluhkan kinerja dari ban pabrikan asal Prancis tersebut. Ia mengklaim bahwa penyebab kegagalannya musim lalu juga dikarenakan ban Michelin ini. Dalam beberapa kasus, Michelin sangat mudah tergerus aspal dengan begitu menyulitkan para rider untuk mengendalikan laju motornya. Pun begitu, Michelin memberikan dua pilihan tipe ban, yakni slick dan wet guna membantu pembalap mengurangi permasalahan motornya.

Bersaing Dengan Dovizioso

Hadirnya Lorenzo di Ducati digadang-gadang bakal menjadi pembalap utama. Namun sepertinya hal itu tidakla mudah. Seperti yang kita tahu bahwa disitu ada Andrea Dovizioso yang sudah empat tahun bersama Ducati. Melihat pada hasil latihan bebas beberapa waktu lalu Dovizioso mendapatkan hasil yang lebih bagus ketimbang Lorenzo. Pada sesi latihan bebas tersebut Dovizioso berhasil menorehkan catatan waktu terbaik 1 menit 29,483 detik yang mengantarkannya diposisi ke lima, sementara Lorenzo berada diposisi ke 15 dengan catatan waktu 1 menit 30,197 detik. Nah maka dari itu Lorenzo harus cepat beradaptasi jika tidak ingin tertinggal oleh Dovizioso.

Reply

%d blogger menyukai ini: