no comments

Hadirnya E-Tilang Bisa Membuat Pengendara Arogan Susah Perpanjang SIM

Hadirnya E-Tilang Bisa Membuat Pengendara Arogan Susah Perpanjang SIM

Aplikasi E-Tilang

Adhikarta.net – Mulai 16 Desember 2016 cara penegakan hukum lalu lintas dijalan raya sudah mulai memasuki era baru. Adanya aplikasi tilang online ini lah yang semakin membuat penegakan hukum lalulintas jalan semakin cepat, mudah, dan transparan.

Jangan berfikir mudahnya saja, sehingga bisa mengulangi pelanggaran seenaknya sendiri. Jadi misalnya anda terkena tilang atau penindakan, secara otomatis sistem bakal mencatat itu semua.

Nah kalau pada peraturan tilang konvenaional sepertinya tidak ada batasan jumlaj melakukan pelanggaran, berbeda dengan E-tilang yang mempunyai batasan.

Jadi semua kelakuan negatif pengendara yang berhasil ditangkap petugas ataupun berhasil terekam kamera, bakal masuk pada Catatan Perilaku Berlalu Lintas (CPB).

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Tentang E-tilang, E-samsat, dan SIM Online

Seperti yang di ungkapkan Kombes Pol Chrysnanda Dwi Laksana, Kabid Bin Gakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, “Ini merupakan data atas pelanggaran² lalu lintas yang dilakukan, atau keterlibatan pada suatau kecelakaan dijalan. Sistem CPB yaitu bagian dari upaya membangun budaya tertip berlalu lintas”.

Ia juga menambahkan bahwa ini bisa juga menjadi sebuah sistem untuk menganalisa data serta dasar untuk pembuatan atau perpanjangan SIM. jadi, ketika CPB dihubungkan dengan sistem E-Tilang akan semakin akurat catatannya, dan di record ke SIM ataupun STNK.

catatan pelanggaran tersebut mempunyai poin² yang sesuai dengan tingkat pelanggaran. Pelanggaran administrasi mempunyai poin satu, kemudian jika menyebabkan kemacetan poinnya tiga, dan jika menyebabkan kecelakaan poinnya lima.

Nah dari akumulasi poin tersebut, si pemohon SIM prosesnya bakal di sesuaikan dengan empat kriteria, diantaranya:

-Tanpa di uji, ini sebagai bentuk apresiasi kepada pemilik SIM yang tidak pernah melakukan pelanggaran ataupun terlibat dalam kecelakaan.

-Uji tilang, yakni jika yang bersangkutan pernah terlibat pelanggaran serta terlibat kecelakaan.

-Cabut untuk sementara, yaitu jika dalam mengemudi kendaraan berpotensi membahayakan keselamatan misalnya, ngebut, mabuk, zigzag, narkoba, dan lain sebagainya.

-Cabut seumur hidup, yakni jika pengendara tersebut melakukan tindak tabrak lari, sebab hal tersebut termasuk kejahatan kemanusiaan.

Nah selain dengan sanksi berupa denda maksimal, semoga dengan akumulasi poin seperti itu bisa membuat pengendara kapok untuk melakukan pelanggaran. Okey masbro! Sebisa mungkin jangan melakukan pelanggaran lalin ya, ciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman 😄.

Reply

%d blogger menyukai ini: