Advertisements

Udah Tahu Belum Asal Usul Nama Malioboro? Berikut Penjelasannya

Adhikarta.net – Malioboro bisa dikatakan sebagai salah satu ikon penting Kota Yogyakarta. Oleh karena itulah mengapa para pengunjung belum bisa dikatakan pernah ke Yogyakarta tanpa mengunjungi pusat perbelanjaan dan hiburan ini. Namun, pernahkah kalian bertanya atau penasaran dari manakah nama ‘Malioboro’ berasal? Berikut penjelasan tentang asal usul nama Malioboro.

Bahasa Sansekerta

Diawali dengan keberadaan Keraton Yogyakarta yang sudah berdiri sejak abad ke-18, Jalan Malioboro saat itu masihlah berupa jalan tanah tanpa nama. Jalan itu biasa digunakan oleh Keraton untuk menghubungkan Keraton Yogyakarta dan Tugu Golog-gilig dan membentuk garis imajiner lurus sejajar dengan Gunung Merapi.

Menurut Prof. Djoko Suryo, seorang ahli sejarah, sejak dulu kawasan Jalan Malioboro hanya ada Pasar Beringharjo dan juga Kepatihan. Namun, semenjak didirikannya jalur kereta api dan Stasiun Tugu yang menjadi sentral tranportasi Yogyakarta dan sekitarnya, kawasan ini menjadi ramai dan Yogyakarta perlahan menjadi kota yang modern.

Berdasarkan beberapa informasi yang ada, terdapat tiga asal usul utama yang menjadi bagian dari Malioboro.  Pada versi pertama, dalam catatan seorang sejarawan P.B.R. Carey, kata Malioboro merupakan salah satu kata dari Bahasa Sansekerta ‘Malyabhara’ yang memiliki arti karangan bunga. Pada masa kerajaan Mataram, jalur Malioboro pun selalu menjadi jalur utama tempat dilakukan upacara perayaan ataupun upacara Keraton. Penamaan karangan bunga ini kemungkinan disebabkan karena ketika Keraton mengadakan upacara atau acara besar, maka Jalan Malioboro pun akandipenuhi oleh karangan bunga.

Nama Panglima Kejaraan Inggris

Pada tahun 1912, Kerajaan Inggris di bawah pimpinan Stamford Raffles, menyerang Kesultanan Yogyakarta yang pada saat itu diperintah oleh Sultan HB ke-II. Demi bisa menggugah para pasukan Inggris untuk menaklukkan pasukan Yogyakarta, Raffles saat ini menanamkan jiwa dan semangat kepahlawanan Kerajaan Inggris yakni Duke of Malborough.

Duke of Malborough sendiri merupakan seorang panglima Kerajaan Inggris yang berhasil mengalahkan pasukan Spanyol dan Prancis dalam berpuluh-puluh kali pertempuran. Keberanian dan kekuatan Malborough itulah yang diharapkan bisa lekat ke Pasukan Inggris karena pasukan Malborough sering melintas di jalanan tanpa nama tersebut.

Sejak saat itu pula masyarakat Yogyakarta sudah tidak asing dengan nama Malborough. Menurut Djoko Surya, ada penyebutan khusus dalam kata ‘Malborough’ bagi masyarakat Jawa, karena sulitnya mengucapkan kalimat Bahasa Belanda dan juga Inggris penyebutan kata Malborough pun disesuaikan dengan lidah Jawa dan menjadi Malioboro.

Bahasa Kaili

Pada versi ketiga, asal-usul penamaan Malioboro ternyata juga bisa dijelaskan menurut Bahasa Kaili atau bahasa khas Etnis Kaili di Sulawesi Tengah. Dalam Bahasa Kaili, kata Malioboro tercipta dari kata ‘Ma’ – ‘Li’ atau ‘Liu’- ‘Boro’. Kata ‘Ma’ memiliki arti ‘manusia’, ‘Lio’ atau ‘Liu’ berarti ‘lewat’ atau ‘Jalan yang dilewati’. Sedangkan untuk kata ‘Boro’ dalam Bahasa Kaili berarti ‘Kecil’, ‘kerdil’, atau ‘pendek’.

Bila digabungkan, kata Malioboro memiliki pengertian sebagai jalan yang dilewati oleh orang kecil. Fakta ini mungkin bisa dibenarkan, karena orang kecil alias wong cilik yang hendak menuju Keraton sebagian besar harus melalui Jalan Malioboro, karena pada zaman dahulu keberadaan jalan alternatif masih belum banyak seperti sekarang. Jalanan ini juga memiliki arti sebagai jalur yang dilewati oleh orang-orang kecil atau yang bukan keturunan ningrat.

Udah Tahu Belum Asal Usul Nama Malioboro? Berikut Penjelasannya

Photo credit: djogjamedia.blogspot.co.id

Malioboro boleh saja berawal dari tempat tak bernama. Namun sejak dijadikan sebagai sentral transportasi  Yogyakarta dan sekitarnya, bangunan-bangunan komersil dan hotel-hotel pun kian menjamur di lokasi ini.

Ada satu hotel jaman Belanda tertua dan terbesar pada awalnya yakni Hotel Garuda. Hotel ini terletak di ujung utara jalan di sisi timur Jalan Malioboro, dan hingga kini pun masih berdiri kokoh berdampingan dengan jalur kereta api.

Selain hotel tertua dan terbesar pada zamannya, kini sudah banyak ditemukan berbagai jenis hotel murah di Malioboro hotel mewah berdampingan dan meramaikan suasana daerah wisata Malioboro.

Nah itulah sedikit penjelasan mengenai asal usul nama malioboro, jadi sekarang sudah pada tahu kan. Bagikan ke teman-temanmu supaya lebih mengenal tentang malioboro.

Advertisements

2 Comments

Reply

%d blogger menyukai ini: