Advertisements
no comments

Kendala Dalam Pembangunan Bandara Kulon Progo

Adhikarta.net – Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman terus memantau perkembangan pembangunan Bandara Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sajauh ini proses administrasi hampir selesai.

Ridwan Djamaluddin selaku Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman memaparkan, proses pembangunan berjalan dengan baik, dan saat ini proses administrasi hampir selesai.

Berikut kata Ridwan seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (22/2) “Bandara Kulon Progo ini baru diluncurkan beberapa bangunannya tepat dua bulan yang lalu, yakni 21 Feb 2017. Ketika itu Bapak Presiden hadir meletakan batu pertama, memulai pembangunan dari hari ke hari, dan kini proses administrasi hampir selesai”.

Ridwan pun menjelaskan, kendala pembangun Bandara Kulon Progo yakni seperti pembebasan lahan, konstruksi, dan lainnya. Tapi menurutnya itu bukanlah kendala yang berarti. Keseluruhan, pembangunan menunjukan perkembangan yang baik.

“Kemenko Maritim secara formal bertugas untuk mengkordinasikan dengan kementrian dan lembaga terkait, seperti misalnya Kementrian perhubungan, bahkan juga dengan infrasturtur pendukung seperti kelistrikan dan lainya. Saya kira semua kita laksanakan,” jelas Ridwan.

Rusli Rahim selaku Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik Kementrian Koordinasi Bidang Kemaritiman juga menjelaskan, bahwa kegiatan koordinasi percepatan pembangunan Bandara Kulon Progo diantaranya pengadaan lahan, perencanaan dan kontruksi seperti detail desain, pembatasan bahan lahan, airside, terminal, tower, gedung penunjang, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Selain itu juga koordinasi mengenai adanya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terkait pengamanan serta prosedur penerbangan, aksesibilitas dengan pembangunan kereta api bandara dan akses jalan atau tol, tsunami terkait mitigasi risiko, kemudian jalan Daendels dengan pemindahan jalan yang memotong lahan bandara Kulon Progo.

“Keberadaan SUTET di dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan Bandara Kulon Progo, masih dimungkinkan, dengan memasang tanda tau lampu sesuai ketentuan yang ada. Serta adanya pengaturan prosedur navigasi penerbangan di Bandara. Terkait SUTET yang terdapat di area masuk bandara, akan diberikan pengamanan sebaik mungkin untuk melindungi aktivitas yang ada dibawahnya,” papar Rusli.

Kemudian, untuk trase jalur kereta api Bandara akan segera di tetapkan. Nah, terkait pembebasan lahan bakal dibahas serta diputuskan dalam rapat internal Kementrian Perhubungan.

Kemudian untuk potensi dampak dari Tsunami terhadap Bandara Kulon Progo. Hasil kajian menyimpulkan, bahwa kejadian Tsunami bisa menyebabkan ketinggian air sampai ke pinggir pantai dekat bandara meningkat. Saat ini, Pihak BMKG masih melakukan kajian lebih lanjut dan akan menyampaikan hasilnya.

Lanjut lagi, Rusli menjelaskan, untuk Jalan Daendels yang memotong lahan bandara baru, akan dikoordinasikan lebih lanjut penyelesaiannya antara Kementerian PUPR dengan pihak PT. Angkasa Pura I. sumber: Liputan6.com

 

Advertisements

Reply

%d blogger menyukai ini: