Advertisements
no comments

Mantab Nih, BPJS Mulai Bidik Pengemudi Transportasi Online…

Adhikarta.net – Guna menambah kepesertaan program Jaminan Sosial Peserta Bukan Penerima Upah (BPU), Badan Penyelenggara jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) mulai bidik pekera di sektor Transportasi online.

Pengemudi Transportasi online dinilai sebagai BPU karena tergolong pekera informal. Selain itu, E. Ilyas Lubis selaku Direktur Perluasan & Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan juga menerangkan bahwa sektor transportasi merupakan satu diantara tiga sektor industri yang paling mudah dijngkau untuk mendekati pekerja informal. Dua sektor lain yakni pertanian perdagangan serta nelayan.

Ilyas, seperti dikutip dari cnnIndonesia mengatakan, “Merangkul pekerja informal yang jumlahnya lebih banyak dari sektor formal itu lebih sulit. Dari 86 jt otang yang harus dikonver asuransi ketenagakeraan, 44 jt pekera dari sektor informal sementara 42 orang disektor formal. Mereka pekerja lepas. Artinya, sulit untuk mendatangi satu per satu, sebab tempat kerjanya berpindahpindah,”.

Dalam rangka memberikan jaminan inilah BPJS mendekati Uber sebagai salah satu penyedia layanan transportasi online. Dan layanan yang ditawarkan BPJS yakni berupa jaminan Kecelakaan kerja serta Jaminan Kematian.

Jaminan kecelakaan kerja tersebut meliputi biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), santunan cacat sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian, biaya pemakaman, santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap.

Iurannya bagaimana? Nah iuran untuk program ini hanya 1% dari penghasilan yang dilaporkan. Jadi begini, misal penghasilan yang dilaporkan adalah 1 juta maka iuran tiap bulannya adalah 10 ribu untuk iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja).

Kemudian, untuk Jaminan Kematian (JKm) menjamin biaya pemakaman dan santunan berkala. Pesertanya hanya perlu membayar iuran Rp6.800 tiap bulannya, cukup ringan kan?

Nah perlu anda ketahui, semua iuran tersebut mesti dibayarkan sendiri oleh pengemudi dan tidak ada tanggungan dari pihak Uber seperti disampaikan john Colombo, Head of Public Policy and Goverment Affair Uber. Nantinya pengemudi bisa membayar sendiri iuran tersebut melalui perbankan atau mitra BPJS lainnya.

Advertisements

Reply

%d blogger menyukai ini: