Advertisements
no comments

Valentino Rossi Menyerah Kejar Marc Marquez?

Adhikarta.net – Pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi, nampaknya mulai menyerah dalam pertarungan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2017 setelah hanya mampu finish diposisi ketujuh pada race MotoGP Austria 2017 kemarin.

Sebelum balapan di sirkuit Red Bull Ring, Austria, Rossi hanya terpaut 22 poin dari Marc Marquez sang pemuncak klasemen sementara. Namun dengan hasil balapan di Austria, membuat selisih poin Rossi semakin jauh dengan pembalap muda Repsol Honda tersebut.

Seperti yang kita tahu, Marquez berhasil finish diposisi kedua usai pertarungan sengit dengan Dovizioso. Hasil tersebut mampu memperlebar jarak poin dari Valentino Rossi menjadi 33 poin. Saat ditanya mengenai peluangnya menjadi juara dunia musim ini, The Doctor pun berusaha realistis.

“Sangat sulit karena saya tertinggal 33 poin dan kami menderita. Di sejumlah trek kami tidak mampu tampil maksimal. Honda merupakan motor yang mampu membuat kemajuan pesat dibanding musim lalu, karena musim lalu mereka (Honda) bermasalah di Red Bull Ring,” ujar Rossi dikutip dari Crash.

Baca Juga:

Jika dilihat, sebenarnya Rossi tampil cukup impresif diawal balapan. Memuali balapan dari posisi tujuh, ia mampu melesat ke posisi empat. Namun karena kesalahan di lap 14 tikungan 1 membuatnya kembali melorot diposisi 7 hingga balapan selesai.

Menurut Rossi, ban belakang yang ia gunakan cepat habis. Hal tersebut membuatnya tidak mampu bersaing dengan tiga pembalap di depannya yakni Johan Zarco, Maverick Vinales, serta Jorge Lorenzo.

“Awalnya saya optimis bisa mengejar, karena Loreno dan Dovizioso menggunakan ban lunak. Saya dan Marquez menggunakan ban keras, tapi sayangnya setelah lap ke 12 kecepatan saya menurun dan keadaan mulai sulit,” ujar Rossi.

“Saya harus menurunkan kecepatan, di terakhir saya mengalami banyak masalah. Saya begitu lambat, kami mesti bekerja keras, karena kami membuat stres ban belakang, sedangkan Honda dan Ducati berhasil tampil cepat tanpa menggunakan ban belakang terlalu sering,” tambahnya.

Advertisements

Reply

%d blogger menyukai ini: